Selasa, 18 September 2018

minang traveller


MINANG TRAVELLER DI SUMBAR




Kelok Sembilan di Payakumbuh
Kelok Sembilan di Payakumbuh
Hanya lewat sebentar ke Kelok Sembilan, kami pun balik arah menuju Bukit Tinggi untuk stay disana selama 3 hari untuk explore Bukit Tinggi sekitarnya. Disini banyak banget kuliner yang enak dan wisatanya juga kece-kece. Selama di Bukit Tinggi kami stay di rumahnya Bang Andre salah satu teman dari tim kami yang punya rumah di sekitaran Bukit Tinggi. Diluar ekspektasi saya, ternyata Bukit Tinggi itu dingin yaaaa, bahkan lebih dingin Bukit Tinggi dibanding Bandung, bayanganku awalnya Bukit Tinggi itu panas.

Saat malam hari tiba, kami menyempatkan diri main ke Jam Gadang yang berlokasi di tengah alun-alun Bukit Tinggi ini. Banyak banget anak muda yang nongkrong disini dan wisatawan yang mengambil foto Jam Gadang tersebut. Mungkin kalo di Bandung ini alun-alun Bandung yang deket Asia Afrika itu kali yaaaa.

Jam Gadang
Jam Gadang
Ternyata Jam Gadang itu memang lebih bagus malam hari karena ada lampu-lampunya yang menyinari semua permukaan jam. Keesokan harinya kami balik lagi kedaerah sini untuk membeli beberapa peralatan dan juga baju-baju bekas, padahal juga ga ada yang beli cuman liat-liat aja hahaha.

Di hari kedua kami mengunjungi nama yang bernama Istano Basa Pagaruyung. Tempat ini merupakan istananya kerajaan Minangkabau, dimana dulu ada raja dan keluarganya yang menempati istina tersebut. Memang kalo dilihat dari sejarahnya, orang Minang itu muncul dari sekitaran daerah Payakumbuh dan juga Bukit Tinggi, tapi karena berkembangnya zaman semakin meluas bahkan hingga ke Malaysia dan Brunei.

Istano Basa Pagaruyung
Istano Basa Pagaruyung
Istano Basa Pagaruyung
Interior istana
Istana ini pernah terbakar kalau tidak salah pada tahun 2011 dan membuat sedih semua warga Minang, tetapi akhirnya istana ini direkondisikan lagi bahkan menjadi lebih bagus walau sudah tida asli seperti sebelumnya. Disini juga kita bisa menyewa baju adat Minang untuk berpose di depan istana ataupun di dalam dan di seluruh komplek istana, bebaskeunnn.

Selesai dari istana, kami langsung lanjut menuju Bukit Tinggi Great Wall, hah? great wall? kaya di cina cina gitu? yes betul! Ternyata Bukit Tinggi punya great wall seperti di China. Bentuknya pun hampir mirip dan yang luar biasa adalah kemiringan anak tangganya yang cukup membuatku ngos-ngosan.

Bukit Tinggi Great Wall
Bukit Tinggi Great Wall
Memang tidak sepanjang Great Wall beneran, tapi great wall ini bisa menjadi icon yang harus didatangi apabila wisatawan mengunjungi Bukit Tinggi layaknya Jam Gadang yang ada di alun-alun kota. Great Wall ini berujung di salah satu bukit yang mana di atas itu kita bisa melihat pemandangan Ngarai Sianok, yaitu lembah yang letaknya tidak jauh dari Bukit Tinggi, pemandangan dari atas oke sih, ada tebing dan sungai menjadi pemandangannya. Di puncak bukit ini banyak monyet berkeliaran, harap hati-hati buat yang bawa peralatan terutama kamera, karena terlihat monyet ii juga agak agresif.

Ngarai Sianok
Ngarai Sianok
Untuk yang lupa bawa minum juga sebenarnya gausah takut, karena banyak kios di puncak ini yang jual makanan ataupun minuman walaupun harganya memang lebih mahal, taoi wajar sih bayangin aja si ibunya naik tangga ini setiap hari gitu? sehat banget si ibuuuu. Setelah turun ke bawah kembali, akhirnya kami kembali ke rumah Bang Andre dan sebelumnya menikmati makanan khas dari Bukit Tinggi yaitu Bika Talago yang punya tempat dengan background yang lumayan kece dan rasanya enak sekaliiiii, apalagi ditemani oleh secangkir kopi hitam, juara!

Bika Talago
Bika Talago
bika talago
Pembuatan Bikanya menggunakan api
Setelah perut terisi kami pun kembali ke rumah dan beristirahat dan tidak sadar bahwa malam ini menjadi malam terakhirku untuk #ExposeSumatera, sedih sih ninggalin banyak kenangan dan pengalaman yang berharga selama perjalanan 30 hari kemarin. But life must go on bro! Keesokan harinya kami bertolak menuju Kota Padang dan melewati danau yang terkenal di Padang yaitu Danau Maninjau. Tidak banyak yang dilakukan di danau itu selain makan sambil menikmati danau, tapi beberapa kawanku ada yang nyemplung ke air untuk rafting, saya sih cukup ngeliat aja hehe

Danau Maninjau
Danau Maninjau
Dari Maninjau ke Padang tidak terlalu jauh karena hanya sekitar 1-2 jam perjalanan, dan kami pun sampai di Kota Padang dan tinggal di hotel berbintang untuk staycation manjhaaaaa sebelum pulang ke Bandung dan tim yang lain untuk melanjutkan perjalanan.

0 komentar:

Posting Komentar